Foto Pembantu Direktur III Syahibul Kahfi Hamid, Saat sesi wawancara pada Jum’at (18/11/2022) di Ruang Kerjanya (Foto : UKM Jurnalistik)

SiMAWA POLIKANT –  Pada Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2020 Tentang Program Indonesia Pintar (PIP) menjelaskan Kartu Indonesia Pintar yang selanjutnya disingkat KIP adalah kartu yang diberikan kepada Peserta Didik pada satuan pendidikan formal atau nonformal sebagai penanda atau identitas untuk mendapatkan PIP.  Dalam melaksanakan Program PIP, Politeknik Perikanan Negeri Tual (POLIKANT) telah membentuk Tim Pengelola KIP-Kuliah yang terdiri dari Ketua, Sekertaris, Bendahara, administrasi dan Operator dengan bertanggung jawab kepada Direktur melalui Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan. Tim Pengelola ini bekerja dengan berdasar kepada Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia (Permendikbud) Nomor 10 Tahun 2020 Tentang Program Indonesia Pintar (PIP) dan Peraturan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi (Persesjen Kemendikbudristek) Nomor 10 Tahun 2022 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Indonesia Pintar Pendidikan Tinggi.

Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan Syahibul Kahfi Hamid menjelaskan tahun 2022 ini terjadi penurunan kuota penerima KIP-Kuliah, akibat dari pengurangan kuota secara nasional.  Dengan kuota yang terbatas, mengharuskan POLIKANT harus melakukan seleksi yang cukup ketat.  Salah satu bentuk penilaian adalah dengan melihat keaktifan mahasiswa selama mengikuti rangkaian kegiatan penerimaan mahasiswa baru, rangkaian kegiatan yang dimaksud diantaranya Pemeriksaan Kesehatan, Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), Kegiatan Bela Negara dan Wawasan Nusantara bagi Mahasiswa baru.  “Sesuai arahan dari Sesjen Kemendikbud, Perguruan Tinggi harus bisa memastikan mahasiswa yang menerima KIP adalah mahasiswa yang dapat kuliah dari semester 1 hingga wisuda, dan berhubung tahun ini tidak ada survei ke tempat tinggal mahasiswa, maka keaktifan mahasiswa selama mengikuti rangkaian kegiatan penerimaan mahasiswa baru dijadikan sebagai bahan pertimbangan dengan tetap memperhatikan persesjen nomor 10 tahun 2022” Ujar Zhaky sapaan akrab Syahibul Kahfi Hamid.

Selain itu, mahasiswa baru yang telah melakukan registrasi juga dijadikan sebagai dasar pertimbangan, karena dasar penerbitan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) adalah setelah mahasiswa melakukan registrasi, “didalam SK Penerima KIP terdapat nama mahasiswa dan NIM, jadi Mahasiswa baru wajib registrasi jika ingin memperoleh beasiswa” tegas Zhaky.

Ibu Ketua Tim Pengelola menjelaskan untuk memudahkan penetapan mahasiswa penerima KIP-Kuliah, mahasiswa dinilai berdasarkan kepada persyaratan-persyaratan dan kemudian dilakukan Perankingan, dengan nilai tertinggi 100 dan terendah 20. “total mahasiswa baru 332 orang, dan total pelamar beasiswa KIP-Kuliah adalah sebanyak 262 orang, sedangkan kuota yang tersedia 217 orang jadi kami melakukan seleksi dan kemudian ditetapkan berdasarkan perankingan” ungkap Nelma, sapaan sehari-hari Ch. Julita Fangohoi.  Beliau juga menambahkan hari ini Jum’at (18/11/2022) 167 mahasiswa penerima beasiswa KIP memperoleh kartu KIP sekaligus ATM oleh Petugas Bank Mandiri yang dilakukan langsung di ruangan direktur. “hari sudah dibagikan kepada penerima KIP tahap satu, semoga mahasiswa dapat menggunakan dana beasiswa yang diterima dengan lebih bijak” ungkap nelma sambil mengontrol proses pembagian kartu KIP.

Proses pengambilan kartu indonesia pintar (KIP) Kuliah oleh Mahasiswa Angkatan 2022, yang dilakukan langsung oleh Kepala Bank Mandiri beserta staf (Foto : UKM Jurnalistik)

Pembantu Direktur III yang sempat diminta pernyataan terkait proses pembagian kartu KIP ini menyampaikan selamat kepada 167 mahasiswa serta juga 50 mahasiswa yang dalam tahap pencairan. Beliau juga menjelaskan setiap semester akan dilakukan evaluasi kepada seluruh penerima beasiswa KIP-Kuliah.  “tiap semester dilakukan evaluasi meliputi kemampuan akademik, kemampuan ekonomi, serta kondisi mahasiswa itu sendiri, daftar ini akan dievaluasi dan divalidasi oleh Ketua-ketua Program Studi apakah tetap dilanjutkan atau akan dibatalkan” tegas Zhaky. (√)